BLOGS

Minggu, 03 Juli 2022 - 19:24

Bahan tambahan pangan digolongkan menjadi empat jenis yaitu pewarna, pengawet, pemanis, dan penyedap. Khusus untuk bahan tambahan jenis pewarna maka akan terbagi menjadi dua jenis sesuai dengan asalnya, yaitu pewarna alami dan pewarna buatan. Lantas bagaimanakah cara membedakan pewarna alami dan buatan? Sejak dahulu, sudah dikenal ada beberapa pewarna alami seperti kunyit dan daun suji. Bahan-bahan tersebut akan menghasilkan warna-warna cantik yang semakin menambah selera makan. Sebelum membicarakan cara membedakan pewarna alami dan buatan, maka ada baiknya jika membahas dahulu mengenai pewarna alami dan pewarna buatan. Langsung saja berikut pembahasan selengkapnya. Pewarna Alami Bahan pewarna alami adalah bahan pewarna makanan dan minuman yang berasal dari bahan alami seperti dari tumbuh-tumbuhan. Beberapa bahan alami yang sering digunakan sebagai bahan pewarna adalah sebagai berikut ini: ·         Kunyit dapat memberi warna kuning pada makanan seperti tahu atau nasi kuning. ·         Daun suji dapat memberi warna hijau yang menawan untuk beberapa makanan seperti kue pisang atau dadar gulung. ·         Cabai merah selain memiliki rasa pedas ternyata bisa juga dijadikan pewarna alami warna merah untuk masakan rendang atau nasi goreng. ·         Kakao merupakan buah yang bisa menghasilkan cokelat sehingga sering dipakai untuk pewarna pada es krim ataupun kue kering. ·         Wortel bisa menjadi pewarna kuning ·         Karamel bisa juga menjadi pewarna untuk warna cokelat karamel yang dipakai pada makanan kembang gula. ·         Gula merah selain menjadi pemanis alami ternyata bisa pula dijadikan pewarna makanan seperti bubur dan dodol. Pewarna Buatan ·         Selain memakai pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan, ada pula makanan yang memakai pewarna buatan.  Sedangkan pewarna buatan sendiri terbagi menjadi dua yaitu pewarna buatan disintesis yang memiliki struktur kimia mirip dengan bahan alami seperti apokaroten untuk warna orange. Jenis yang kedua adalah pewarna buatan disintesis khusus sebagai pengganti warna alami. Beberapa contoh pewarna buatan yang dipakai untuk makanan adalah sebagai berikut ini: ·         Tartrazin yang dapat menghasilkan warna kuning, pada umumnya dipakai untuk jeli, es krim, dan yoghurt. ·         Indigokarmin sebagai penghasil warna biru, pada umunya dipakai untuk minuman ringan dan gula-gula. ·         Eritrosin untuk warna merah yang sering dipakai untuk es krim serta jeli. Cara Membedakan Pewarna Alami dan Buatan Cara membedakan pewarna alami dan buatan pada makanan secara umum bisa dilihat dari beberapa  hal antara lain sebagai berikut: ·         Warna terlihat lebih mencolok Secara umum baik pewarna buatan ataupun alami jika diaplikasikan dengan ukuran yang tepat pada makanan akan tidak begitu terlihat perbedaannya. Hanya saja jika lebih dalam mencermati biasanya makanan dengan pewarna buatan akan terlihat lebih mencolok jika dibandingkan dengan yang menggunakan pewarna alami. ·         Ada rasa pahit Ada rasa pahit pada makanan dengan pewarna buatan yang berlebihan, sehingga rasa kurang sedap. Namun jika penggunaannya pas maka rasanya akan sama-sama enak. ·         Lebih kenyal Pada kue akan sedikit lebih kenyal teksturnya jika memakai pewarna buatan. Sehingga bisa dikenali perbedaannya dari tekstur kue tersebut. Buat Anda yang mau lebih cepat dan lebih hemat maka ada baiknya jika memilih pewarna buatan yang aman dan berkualitas. Aman dalam artian terbuat dari bahan-bahan yang tidak berbahaya bagi tubuh dan berkualitas dari warna yang dihasilkan.  Salah satunya dengan pewarna buatan dari GSI (Global Solusi Ingredia) Indonesia. GSI selama ini dikenal sebagai sebuah perusahaan pemasok bahan makanan baik makanan fungsional ataupun khusus. GSI berbasis utama di Kuala Lumpur, Malaysia selalu siap memberikan produk pewarna buatan khusus untuk makanan yang berkualitas, resmi, dan aman. Selain itu harga yang ditawarkan juga aman di kantong dan sudah pasti terjamin  tidak mengecewakan bagi siapa saja yang mencobanya. GSI Indonesia solusi untuk bahan tambahan pangan yang berkualitas dan aman.

Minggu, 03 Juli 2022 - 19:02

Pernahkah Anda mendengar bahwa lemak jenuh bisa menimbulkan berbagai macam penyakit? Hal ini memang benar adanya, tetapi, mengonsumsinya bukan hal dipermasalahkan jika pada batas wajar. Nah, lemak sendiri adalah bahan yang terbentuk dari dua molekul, yakni asam lemak serta gliserol. Kadar dan jenis asam lemak ini yang akhirnya akan menentukan dampaknya untuk tubuh. Untuk lemak jenuh sendiri biasanya berasal dari daging merah, daging unggas, serta produk susu. Sedangkan ditilik dari ilmu Kimia, maka lemak jenuh merupakan molekul lemak tanpa ikatan rantai ganda. Sehingga, bisa meningkatkan risiko penyakit diabetes tipe 2 dan kardiovaskular. Penyebabnya adalah peningkatan LDL atau kolesterol jahat di dalam darah. Asam lemak sejatinya dibutuhkan tubuh untuk energi serta membantu penyerapan pada jenis vitamin khusus. Namun, apabila dikonsumsi berlebihan akan menyebabkan berbagai kerugian pada kesehatan. Diantara bahaya lemak jenuh yang perlu Anda waspadai diantaranya: 1.       Kenaikan Berat Badan Jika Anda terlalu banyak mengonsumsi lemak jenuh di dalam makanan seperti pada  pizza, junk food , gorengan, dan sebagainya. Jangan heran jika tiba-tiba berat badan Anda melonjak naik. Pasalnya, mengonsumsi lemak akan menambah kalori tubuh. Adapun setiap gram lemak, terdapat 9 kalori. Jumlah ini jika dibandingkan dengan protein dan karbohidrat dua kali lebih banyak. Wah, jika Anda sedang dalam program diet, sebaiknya batasi konsumsi lemak jenuh terlebih dahulu, ya! 2.       Risiko Stroke Bahaya lemak jenuh yang selanjutnya lebih serius. Anda tidak hanya akan mengalami kenaikan berat badan yang memicu obesitas. Melainkan juga bisa terkena penyakit stroke. Nah, penyakit ini disebabkan karena plak yang terbentuk di pembuluh darah. Plak ini dapat terlepas dan mengalir pada pembuluh darah otak sehingga bisa menyumbat aliran darah. Jika hal ini terjadi, darah tidak bisa sampai ke jaringan otak. Lebih fatal lagi, jaringan otak akan mati atau rusak dan menyebabkan penyakit stroke. 3.       Jantung Koroner Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa lemak jenuh memiliki kandungan LDL. Apabila dikonsumsi terus menerus dalam jumlah banyak, maka LDL tersebut akan menumpuk dan membentuk plak di pembuluh darah jantung. Sehingga, pembuluh darah akan menyempit dan aliran darah menuju jantung bisa terhambat. Akhirnya, penyakit jantung koroner pun tidak dapat dielakkan. 4.       Berbahaya Bagi Penderita Diabetes Pola maka yang tinggi akan lemak jenuh dapat menyebabkan naiknya sensitivitas insulin. Selain itu, bisa juga menyebabkan kadar gula darah yang semakin naik. Tentunya, hal ini akan sangat membahayakan penderita diabetes tipe 2. Dimana penyakitnya bisa semakin parah dari waktu ke waktu. Melihat bahaya lemak jenuh yang sangat tinggi bagi kesehatan, ada baiknya Anda mulai mengurangi konsumsinya. Sangat disarankan untuk menjauhi makanan-makanan dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi. Jika Anda tidak bisa mengolah bahan makanan tanpa minyak, maka Anda dapat beralih pada minyak dengan kandungan lemak tak jenuh. Seperti contohnya minyak sayur yang mampu mengurangi kolesterol total, atau kolesterol LDL dengan trigliserida. Selain itu, minyak sayur mengandung kolesterol HDL atau lemak baik. Jika Anda membutuhkan minyak yang sehat dan diolah dengan teknologi terbaik, maka percayakan pada Global Solusi Ingredia. Perusahaan multinasional yang berpusat di Malaysia ini menyediakan minyak dan lemak terbaik yang dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan. Tak hanya itu saja, perusahaan yang kerap disebut GSI ini juga menyediakan beragam bahan pangan yang dapat menunjang kebutuhan pangan Anda. Diantaranya adalah vitamin, minyak esensial, perisa makanan, pemanis, dan masih banyak lagi. Untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai produk GSI, Anda dapat mengunjungi  https://globalsolusiingredia.com/product/   

Minggu, 03 Juli 2022 - 17:09

Sepertinya, masyarakat Indonesia sudah sangat akrab dengan bahan olahan susu yang satu ini. Ya, keju seringkali dijadikan bahan campuran atau  topping  pada makanan seperti martabak, pizza, kue kering, pudding, dan masih banyak lagi. Nah, dari sekian banyak kegunaan keju, apakah Anda penasaran bagaimana proses pembuatan keju? Jika iya, tentu Anda harus menyimaknya hingga tandas. Pada dasarnya, proses pembuatan keju dengan memisahkan zat pada susu melalui proses koagulasi atau pengentalan. Dimana pengentalan susu membutuhkan bakteri maupun enzim (rennet). Setelah protein susu mampu digumpalkan, maka keju akan dicetak dan dikonsumsi. Proses pembuatan keju lebih lengkap dapat Anda simak pada pembahasan berikut ini! 1.       Proses Pengasaman Pertama, susu akan dipanaskan supaya bakteri asam laktat yakni  Streptococcus  serta  Lactobacillus  bisa tumbuh dengan baik. Dimana bakteri tersebut akan mengonsumsi laktosa susu serta mengubahnya jadi asam laktat. Ketika keasaman susu menjadi lebih tinggi, maka zat pada susu yang berupa lemak, protein kasein, serta vitamin dan mineral akan menggumpal. Lalu, terbentuklah yang namanya dadih (busa). 2.       Proses Pengentalan Proses pembuatan keju yang kedua adalah pengentalan. Saat ini, bakteri rennet akan ditambahkan pada susu. Lalu, susu akan terbagi jadi air dadih dan dadih. Penambahan jumlah bakteri pada susu harus benar-benar tepat supaya tingkat kepadatan keju juga menjadi semakin baik. Prosesnya dilakukan selama 10 menit sampai 2 jam. Biasanya, air dadih akan dibuang atau digunakan untuk membuat keju  Ricotta  atau  Cypriot hallumi . 3.       Mengolah Dadih Selanjutnya, dadih akan dihancurkan memakai tangan atau mesin agar air dadih bisa keluar lebih banyak. Dadih keju akan dihancurkan jadi butiran kecil. Apabila penghancuran dadih semakin halus, maka air dadih akan semakin banyak yang keluar, keju yang dihasilkan pun akan jadi lebih keras. 4.       Mempersiapkan Pematangan Pada proses selanjutnya, akan dilakukan beberapa tahap seperti: ·         Pencetakan : dadih dikeringkan dahulu, lalu dimasukkan pada cetakan dan ditekan-tekan. Setelah padat, dadih akan diiris. ·         Penekanan : keju akan ditekan hingga tingkat kekerasan yang diinginkan sudah tercapai. Jika ingin keju bertekstur lunak, maka penekanan tidak dilakukan. 5.       Pengasinan Setelah itu, proses pembuatan keju dilanjutkan dengan menambahkan garam supaya rasa keju tidak menjadi tawar. Ada beberapa cara pengasinan yang kerap dilakukan, diantaranya: ·         Menambahkan garam secara langsung pada dadih ·         Menaburkan garam di kuli keju, cara ini akan membuat kulit keju terbentuk serta bagian dalamnya tidak terlalu cepat matang. ·         Direndam di air garam (untuk keju berukuran besar) selama berjam-jam sampai berhari-hari. ·         Mencuci permukaan keju menggunakan larutan garam. Pada proses pembuatan keju, hal yang paling penting dilakukan adalah penambahan enzim. Bagi Anda yang masih berencana untuk memproduksi keju, tentu masih bingung ingin mendapatkan enzim tersebut dimana. Nah, jawaban yang paling tepat adalah di Global Solusi Ingredia atau GSI. Perusahaan produsen bahan pangan ini menyediakan enzim yang terdiri atas enzim  papain ,  lactase, rennet, protease, aminopeptidase, amylase, beta amylase, bacterial amylase,  dan sebagainya. Anda tinggal memilih jenis enzim yang paling tepat digunakan untuk membuat keju. Sebagai informasi, bahwa semua produk GSI telah melewati pengujian BPOM sehingga sudah layak edar. Selain itu, produk GSI juga sudah memeroleh sertifikat halal dari MUI, sehingga aman dikonsumsi umat Muslim. Mulai sekarang, percayakan bahan pangan Anda pada Global Solusi Ingredia. Cek juga  website  GSI di globalsolusiingredia.com untuk memeroleh informasi yang lebih lengkap mengenai produk yang ditawarkannya. Tak hanya enzim saja, GSI juga menyediakan  control pH agent , vitamin,  essential oil , pemanis, pewarna makanan, emulsifier, cokelat, dan masih banyak lagi.

Minggu, 03 Juli 2022 - 17:03

Ada beberapa jenis kue yang diberikan tambahan berupa olesan di bagian atasnya supaya tampak lebih menarik. Salah satunya adalah nastar, kastengel,  bakery , dan sebagainya. Biasanya, bahan yang digunakan untuk mengolesi kue tersebut adalah kuning telur. Dengan menambahkan olesan kuning telur, maka kue akan semakin mengkilap dan terlihat menggoda untuk disantap. Tak hanya itu saja, kuning telur juga bisa menambahkan cita rasa gurih pada kue tersebut. Untuk mengoleskan kuning telur pada kue, maka ditambahkan lagi dengan air sebanyak 1 sendok makan supaya tidak terlampau kental. Nah, tahukah Anda jika ada juga bahan lain yang dapat digunakan untuk mengolesi kue selain kuning telur? Bahan-bahan ini bisa menjadi alternatif jika Anda kebetulan kehabisan telur di dapur. Yuk, cek daftarnya di bawah ini! 1.       Susu Kental Manis Susu kental manis sebetulnya bukan tergolong sebagai susu. Melainkan sebagai minuman dengan rasa susu. Meskipun kandungan susunya terlalu sedikit untuk memenuhi kebutuhan gizi, tetapi bahan ini bisa menjadi pengganti kuning telur untuk olesan pada kue. Susu kental manis akan memberikan tampilan olesan yang tidak retak atau pecah. Jadi, nantinya, kue akan tampak mengkilap seperti saat dioles dengan kuning telur. 2.       Minyak Goreng Siapa sangka jika minyak goreng ternyata bisa membuat kue jadi tampak mengkilap dan cantik. Selain itu, mengoleskan minyak juga akan menjadikan tekstur kue jadi tidak retak. Namun, pastikan Anda tidak menambahkan terlalu banyak agar tidak membuatnya terlalu berminyak. 3.       Gula Halus Untuk olesan kue, Anda juga bisa menggunakan gula halus. Namun, prosesnya bukan dioleskan secara langsung, melainkan harus melewati proses karamelisasi terlebih dahulu. Selain itu, Anda juga dapat melarutkan gula halus pada air atau susu sebelum dioles. Selain membuat kue jadi mengkilap dan cantik, ia juga akan menjadikan kue beraroma harum. 4.       Madu Apabila menjadi olesan roti, madu dianggap yang paling maksimal. Baik dari segi aroma, warna, serta rasanya. Akan tetapi, sebaiknya dalam menambahkan olesan madu, setelah kue atau roti selesai dipanggang supaya tidak merusak nutrisinya. 5.       Margarin Olesan roti yang selanjutnya adalah mentega. Hasilnya memang tidak akan se-sempurna kuning telur. Namun, bisa menjadikan kue jadi lebih cerah. Caranya, dengan mengoleskan margarin saat kue sudah setengah matang. 6.       Pewarna Kuning Telur Selain menggunakan kuning telur asli, Anda juga bisa mengoleskan roti atau kue dengan pewarna makanan kuning telur. Penggunaan pewarna sangat lah mirip tampilannya dengan kuning telur asli. Pun, bisa menjadikan pengeluaran Anda lebih hemat. Pewarna bisa menjadi alternatif olesan yang terbaik apalagi jika kue Anda akan memang dijual dan sudah dalam skala yang besar. Asalkan Anda memakai pewarna makanan yang diperbolehkan, hal ini sama sekali bukan masalah. Dapatkan Pewarna Makanan yang Aman dan Halal di Global Solusi Ingredia Jika Anda membutuhkan pewarna makanan kuning telur tapi ingin yang benar-benar aman dan terjamin kehalalannya, maka produk tersebut bisa diperoleh di Global Solusi Ingredia. Sebab, semua produk GSI sudah mengantongi izin edar BPOM dan sertifikat halal dari MUI. Selain menyediakan pewarna kuning telur, ada juga pewarna lainnya baik yang alami ataupun buatan. Kandungan pewarna yang GSI miliki diantaranya  annatto turmeric extract, beta-caroten , paprika oleoresin,  grape skin extract, vegetable juices , dan sebagainya. Selain produk pewarna, GSI juga menyediakan minyak, stabilizer, emulsifier, cokelat, vitamin, dan sebagainya. Semua produk GSI diolah menggunakan teknologi pangan termutakhir sehingga mampu meningkatkan kualitas bahan pangan yang Anda produksi. Segera cek website GSI untuk mendapatkan informasi produk lebih lengkap.

Minggu, 03 Juli 2022 - 16:57

Saat mengonsumsi es krim, mungkin Anda akan bertanya-tanya, sebenarnya apa yang membuat tekstur dan body-nya menjadi lembut. Es krim juga tidak mudah meleleh sebagaimana es batu. Nah, di sini lah peran yang namanya  stabilizer  dan  emulsifier . Stabilizer  merupakan zat yang mampu menghambat adanya kristal es ketika disimpan dan juga menambah ketahanan es supaya tidak mudah meleleh. Hal tersebut dikarenakan stabilizer mampu membentuk struktur gel pada air. Dapat dikatakan juga  stabilizer  bisa mengikat air sebagai air hidrat. Lain lagi dengan zat aditif bernama  emulsifier . Zat ini merupakan substansi yang membantu pembentukan emulsi dari dua jenis cairan yang tidak tercampur alami. Penambahan pengemulsi di es krim dapat menambah kualitas  whipping  di dalam campuran, mengontrol pengolahan selanjutnya, memberi tekstur yang lebih lembut, serta memberikan kesan kering ketika dikeluarkan dari dalam  freezer . Jenis Stabilizer Pada Es Krim Es krim yang sudah di-stabilkan akan mempunyai  body  yang berat serta tidak terlampau dingin. Serta akan mencair pada konsistensi yang lebih baik. Pada aplikasi bahan pangan, peran dari  stabilizer  sebagai agen pengemulsi, pengental, serta pelarut. Nah, pada dasarnya, ada berbagai jenis stabilizer yang kerap digunakan dalam pengolahan bahan pangan. Diantara bahan-bahan tersebut adalah: 1.       Sodium Alginat Sodium Alginat adalah  stabilizer  yang bersumber dari bahan-bahan nabati. Secara lebih spesifik, Alginat diekstrak dari algae yang lebih banyak tumbuh di Jepang dan lautan sekitar California. Untuk meningkatkan kelarutan, maka banyak produk makanan komersial yang ditambahkan Sodium Alginat. Pada es krim, sodium alginate dikombinasikan dengan garam fosfat sehingga fungsinya menjadi semakin optimal. 2.       Gelatin Gelatin merupakan jenis  stabilizer  yang paling sering digunakan. Serta menjadi stabilizer yang dikomersilkan pertama kali. Bahan ini memiliki kemampuan untuk membentuk gel di dalam campuran es krim. Baik pada proses penyimpanan dan pendinginan. Struktur gel yang dibentuk gelatin sangat unik dan memiliki afinitas besar pada air. Sehingga, tidak akan terbentuk kristal es dalam jumlah besar. Tak heran jika es krim mempunyai tingkat kelembutan yang tinggi. 3.       Pektin, Agar-Agar,  Carrageenan, Guar Gum , CMC, dan Pektin Selain dua zat di atas, ada juga  stabilizer  lain yang kerap digunakan pada es krim, diantaranya  carrageenan  yang mempunyai sifat hampir sama dengan gelatin. Selain itu, ada juga agar-agar yang berasal dari ekstrak alga merah. Begitu juga  guar gum  yang dapat digunakan pada es dan  sherbet . Meski agar-agar bisa mengembang serta menyerap air dalam jumlah yang besar, tetapi tidak mudah terdispersi di dalam campuran serta membentuk yang dinamakan  crumbly body . Jenis Emulsifier Pada Es Krim Selain  stabilizer , pembuatan es krim juga memerlukan  emulsifier . Ada dua jenis  emulsifier  yang dipakai pada industri es krim, diantaranya : 1.       Monogliserida dan Diglierida Fungsinya untuk meningkatkan dispersi lemak serta kemampuan mengembang. Zat ini juga mempunyai efek yang cukup besar untuk membentuk kekakuan pada es krim serta laju kelelehan es krim. 2.       Polyderivates Zat ini berperan dalam membentuk kekakuan,  dryness , serta meningkatkan titik leleh es krim. Dari ulasan di atas, bisa disimpulkan bahwa  stabilizer  dan  emulsifier  mempunyai peran yang vital untuk membentuk es krim dengan tekstur yang lembut dan kering. Untuk itu, penambahan bahan tersebut mutlak diperlukan dalam industri es krim. Nah, jika Anda membutuhkan  stabilizer  dan  emulsifier , silakan dapatkan di Global Solusi Ingredia. Perusahaan ini menyediakan berbagai jenis bahan tambahan pangan yang berkualitas internasional. Selain itu, produk GSI juga sudah mengantongi izin edar BPOM serta sertifikat halal MUI. Jadi, Anda tidak perlu khawatir lagi dalam penggunaannya. Segera cek website globalsolusiingredia.com untuk informasi mengenai produk selengkapnya.

Minggu, 03 Juli 2022 - 16:45

Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam produksi pangan selalu membutuhkan zat aditif. Pasalnya, bahan tambahan pangan dapat membantu proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien. Namun, Anda juga perlu mewaspadai beberapa bahan tambahan pangan yang dilarang. Adapun bahan tambahan pangan yang dilarang tersebut adalah yang memiliki sifat membahayakan kesehatan serta lingkungan hidup. Selain itu, zat tersebut memiliki sifat karsinogenik, racun, mutagenik,  teratogenic , iritasi, dan korosif. Hal ini disebutkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan no. 472/Menkes/Per/V/1996 mengenai Pengaman Bahan Berbahaya Bagi Kesehatan. Selain itu, dalam Permenkes no. 33 th 2012 mengenai Bahan Tambahan Pangan, disebutkan juga 19 jenis bahan terlarang untuk tambahan pangan. Diantara bahan tersebut tentunya Anda sudah agak familiar, yakni boraks dan formalin. Selain zat tersebut, ada beberapa bahan tambahan pangan yang dilarang lainnya. Berikut akan dijelaskan 5 diantaranya! 1.       Nitrobenzena Nitrobenzena merupakan zat pangan yang dilarang karena penggunaannya untuk pelarut di laboratorium serta pada industri besar untuk memproduksi anilin. Namun, aroma dari nitrobenzene serupa dengan almond. Sehingga, sangat rawan untuk disalahgunakan. Oknum yang tidak bertanggung jawab sering menjadikannya perisa untuk produk olahan madu, susu, serta daging sapi. Padahal, efek dari bahan ini sangat buruk bagi tubuh jika dikonsumsi. Seperti mual dan muntah, anemia, sakit kepala, koma, dan kematian. 2.       Dihidrosafrol Awalnya, dihidrosafrol merupakan bahan perisa makanan. Namun, zat tersebut dapat menyebabkan kanker. Sehingga, penggunaannya sebagai zat aditif mulai dilarang. Dihidrosafrol juga bisa menyebabkan efek negatif lainnya untuk tubuh seperti iritasi pernapasan, kulit, pernapasan, dan mata. Kerap kali bahan ini digunakan untuk perisa pada minuman root beer. 3.       Rhodamin B Bahan tambahan pangan yang dilarang selanjutnya adalah Rhodamin B. Bahan ini fungsi utamanya adalah sebagai zat warna pada tekstil seperti wool, sutra, atau kapas, juga untuk kayu, sabun, dan kulit. Fungsi lainnya adalah sebagai reagensia untuk menguji kobal, antimon, emas, air raksa, mangan, dan sebagainya. Bisa dipastikan bahwa zat pewarna ini sama sekali tidak diperuntukkan bagi bahan makanan. 4.       Dulkamara Dulkamara atau Solanum dulcamara dikenal juga dengan sebutan bitterswee nightshade. Tanaman ini berfungsi mengobati eksim kronis. Meskipun memikili efek antibakteri, sehingga sering kali dipakai untuk pengawet, zat ini mempunyai kandungan solasodin, solanin, serta beta-solamorin. Zat tersebut mampu menyebabkan vertigo, keracunan, lumpuh sistem syaraf pusat, sampai kematian. Biasanya, dulkamara disalahgunakan untuk pengawet di makanan berupa  pie  dan selai. 5.       Sinamil Antranilat Snamil antranilat dikenal juga dengan sebutan asam antranilat. Bahan ini mulanya digunakan untuk perisa makanan. Akan tetapi, setelah diketahui sifat karsinogeniknya, asam antranilat ini pun dilarang penggunaannya. Lebih jelas lagi, bahan tambahan pangan yang dilarang ini bisa menyebabkan kanker ginjal, hati, paru-paru, dan pankreas. Aromanya yang serupa dengan buah-buahan sangat berpotensi untuk digunakan sebagai perisa makanan. Dapatkan Bahan Tambahan Pangan yang Aman di Global Solusi Ingredia Menambahkan zat-zat aditif pada makanan sebetulnya bukan hal yang dilarang sama sekali. Namun, perlu diperhatikan juga berbagai jenis bahan tambahan pangan yang dilarang oleh Kementerian Kesehatan. Jika Anda menginginkan bahan tambahan pangan yang aman, pastikan memilih produsen yang terpercaya. Salah satunya adalah Global Solusi Ingredia. Perusahaan ini menawarkan produk-produk seperti  emulsifier , antioksidan, antimikroba, cokelat,  stabilizer , pewarna, perisa, dan juga vitamin. Semua produk GSI tidak ada yang termasuk dalam bahan tambahan pangan yang dilarang. Sebab, sudah terdaftar di BPOM RI dan mengantongi sertifikasi halal dari MUI. Untuk itu, kunjungi  website  globalsolusiingredia.com untuk mendapatkan zat aditif yang Anda inginkan dan dijamin aman.

Contact Us

Contact Us