BLOGS

Jumat, 08 Juli 2022 - 00:31

Usaha pembuatan minyak goreng yang berbahan baku kelapa sawit dikenal dengan industri minyak goreng. Saat ini bahan baku untuk membuat minyak goreng bukan hanya kelapa sawit tapi juga kacang tanah, kedelai, jagung, kanola, dan bunga matahari dapat menjadi bahan baku minyak goreng. Minyak goreng yang terbuat dari kelapa sawit disebut juga dengan minyak nabati. Namun tahukah Anda ternyata minyak goreng haruslah diberi pengawet? Ya, hal ini bertujuan untuk mencegah lemak dan minyak dalam makanan berbau tengik. Salah satu cara untuk mencegah makanan menjadi tengik atau istilah lainnya yaitu teroksidasi, dibutuhkan antioksidan agar supaya makanan tetap terjaga nutrisinya. Antioksidan yang menyerupai vitamin E yang biasa digunakan sebagai pengawet oleh industri minyak goreng adalah  butylated hydroxyanisole  (BHA) dan  butylated hydroxytoluene  (BHT). Apakah Bahan Pengawet Minyak Goreng Aman? Fungsi dari bahan pengawet minyak goreng yaitu sebagai antioksidan dan juga antimikroba yang mencegah munculnya jamur dan bakteri pada makanan. Selain itu bahan pengawet minyak goreng juga sering digunakan di industri minyak goreng agar mencegah dari berubah warna, rasa dan tekstur, juga tidak cepat menjadi tengik. Baca juga:  Ketahui Apa Saja Manfaat Margarin untuk Kue!  Namun, apakah bahan pengawet pada minyak goreng yang digunakan untuk mengolah atau menggoreng makanan aman dikonsumsi? Menurut  Food and Drug Administration  (FDA) atau BPOM Amerika Serikat bahwa bahan pengawet minyak goreng aman dikonsumsi dan digunakan. Jumlah kadar pengawet pada minyak goreng dosisnya sedikit sehingga aman untuk tubuh. FDA sudah memberikan batasan berapa kadar atau batasan aman yang dianjurkan untuk menambah bahan pengawet pada minyak goreng. Namun, Anda juga harus membatasi setiap makanan yang mengandung bahan pengawet minyak goreng dan menggantinya dengan makanan segar. Setelah mengetahui bahwa bahan pengawet minyak goreng aman dikonsumsi dan digunakan berdasarkan pernyataan FDA, maka Anda tidak perlu ragu lagi untuk mengolah makanan dengan menggunakan minyak goreng. Selain memiliki manfaat agar supaya makanan tidak mudah berbau tengik, makanan pun akan terlihat cantik karena warnanya yang menarik. Untuk mendapatkan manfaat tersebut, Anda harus jeli dalam memilih minyak goreng yang akan Anda gunakan. Penggunaan Minyak Goreng yang Menyehatkan Memang saat ini minyak goreng tidak bisa lepas dari kegiatan memasak. Namun Anda harus membatasi penggunaannya agar tetap sehat. Berikut aplikasi minyak goreng agar supaya tetap menyehatkan, diantaranya: ·         Menyimpan minyak dalam wadah tertutup dan terhindar dari cahaya matahari atau sejuk ·         Mengganti dengan minyak baru ·         Meniriskan makanan setelah digoreng ·         Panaskan minyak dengan suhu sedang Minyak Goreng GSI Saat ini kebanyakan industri minyak goreng sudah memakai bahan pengawet minyak goreng pada produknya. Salah satu industri minyak goreng yang menggunakan bahan pengawet minyak goreng yang menggunakan bahan pengawet yang aman dikonsumsi dan digunakan yaitu Global Solusi Ingredia (GSI). GSI merupakan industri yang bergerak di bidang pangan dan juga non pangan. Salah satu produk pangan yang diproduksi yaitu minyak goreng. Produk minyak goreng GSI aman dan terjamin kualitasnya karena menambahkan bahan pengawet yang aman untuk digunakan. Dan juga sudah memiliki kandungan antioksidan dan antimikroba yang aman untuk makanan Anda. Baca juga:  Cara Membuat Minyak Kelapa Murni Secara Tradisional Bahan-bahan tersebut diantaranya, formula antioksidan, BHA, BHT, kalsium, sodium, dan bahan lainnya. Untuk lebih jelasnya Anda dapat memperoleh informasi lebih lanjut mengenai GSI dan juga produknya pada tautan berikut: https://globalsolusiingredia.com/product/ GSI juga menyediakan produk lain seperti cokelat, pewarna makanan alami dan buatan, vitamin, dan masih banyak lagi. Tentunya semua produk GSI sudah mengantongi izin BPOM dan sertifikat halal MUI. Yuk, segera penuhi kebutuhan bahan pangan yang berkualitas dengan produk-produk dari GSI!

Jumat, 08 Juli 2022 - 00:30

Margarin mulai populer digunakan pada awal tahun 1800-an sebagai produk non-dairy. Penggunaan margarin sejak saat itu hadir sebagai alternatif dari mentega. Namun, sebetulnya terdapat perbedaan yang mendasar dari margarin dan mentega. Terutama saat digunakan untuk membuat kue. Margarin memiliki warna kuning yang lebih terang jika dibandingkan dengan butter atau mentega. Kemudian apabila didiamkan pada suhu ruang, margarin tidak mudah untuk meleleh. Umumnya margarin dibuat dengan komposisi lemak nabati. Perbedaan tersebut juga hadir dari segi manfaatnya. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut apa saja manfaat margarin untuk kue, simak beberapa poin penting di bawah ini! Margarin paling sering digunakan dalam pembuatan kue basah, cake, dan sering juga digunakan untuk menumis dan menggoreng. 1.     Membangun Tekstur Kue Manfaat margarin yang pertama adalah sebagai zat pengemulsi kue. Hal ini dikarenakan margarin mampu menjaga kadar kestabilan antara air dan emulsi minyak dalam komposisi kue. Baca juga:  4 cara Mengolah Cokelat Blok yang Baik dan Menarik Di samping itu, dengan peran tersebut, penambahan margarin ke dalam adonan kue juga bisa membuat kue lebih tahan lama. Kue yang diberi tambahan zat pengemulsi seperti margarin akan lebih empuk dan halus. Hal ini disebabkan karena bahan pengemulsi yang ikut membangun tekstur yang lembut pada kue. Bisa dibandingkan, ketika membuat kue dengan sedikit margarin dan kue dengan margarin yang cukup, maka hasil akhir kue tersebut akan jauh berbeda.   2.     Memberi Aroma yang Khas Penambahan margarin ke dalam adonan kue selain membuat teksturnya menjadi lembut, juga dapat memberikan aroma khas kue yang nikmat. Aroma khas tersebut akan mulai tercium saat kue yang dipanggang mulai matang. Manfaat margarin dalam memberikan aroma yang khas juga ditentukkan oleh takaran margarin dalam adonan dan kualitas margarin yang digunakan. Sebaiknya, campurkan margarin dengan adonan sesuai dengan resep agar aroma khasnya terasa nikmat dan tidak berlebihan. 3.     Pencampur Rasa Margarin memiliki cita rasa yang agak sedikit asin jika dibandingkan dengan mentega atau butter. Sehingga penambahan margarin pada kue dapat membuat kue menjadi lebih gurih. Sedangkan pada kue kering, penambahan margarin bisa memberikan efek rasa yang renyah dan asin. Efek rasa asin pada margarin tersebut bermanfaat untuk mencampur rasa kue menjadi lebih nikmat. Seperti kue yang mengandung gula dan susu, apabila ditambahkan dengan margarin di dalamnya maka rasa manis gula dan  creamy  dari susu tidak akan terpisah-pisah di mulut. Namun di samping berbagai manfaat margarin untuk kue tersebut, margarin sebetulnya memiliki kandungan lemak trans yang terbilang tinggi. Beberapa produk margarin di pasaran justru memiliki tingkat lemak trans yang membahayakan tubuh apabila dikonsumsi terlalu sering. Jika Anda pecinta margarin, maka Anda perlu lebih cermat dalam memilih produk margarin. Anda dapat menemukan produk margarin terbaik dengan lebih sedikit lemak trans hanya di Global Solusi Ingredia. Perusahaan penyedia sumber bahan pangan ini sudah terpercaya akan produk-produk berkualitasnya. Baca juga:  Cara Membuat Minyak Kelapa Murni Secara Tradisional Jika Anda merasa bingung mengenai produk margarin terbaik untuk membuat kue, Anda juga bisa mencari tahu atau bertanya langsung di website PT Global Solusi Ingredia. Dengan produk margarin yang berkualitas, manfaat margarin untuk kue bisa Anda dapatkan dengan secara optimal. Selain itu, produk GSI juga sudah terdaftar di BPOM RI yang tentunya sangat aman dikonsumsi. Pun, telah mengantongi sertifikat halal, yang bisa dikonsumsi muslim maupun non-muslim. Demikianlah ulasan mengenai manfaat margarin untuk kue, jangan lupa lebih cermat dalam memilih produk margarin yang akan Anda gunakan. Semoga bermanfaat!

Jumat, 08 Juli 2022 - 00:29

Minyak kelapa adalah salah satu produk bahan pangan yang banyak digunakan karena manfaatnya yang beragam. Hal ini telah dibuktikan oleh survey yang dilakukan pada tahun 2016 oleh The New York Post yang menunjukkan bahwa 72 % orang menggunakan minyak kelapa karena dipercaya lebih menyehatkan. Meskipun demikian, namun hanya sebanyak 37 % ahli yang menyetujui akan pernyataan bahwa minyak kelapa bisa menyehatkan tubuh. Sebab, dalam minyak kelapa bisa ditemukan pula lemak jenuh yang persentasenya bisa mencapai 80 %. Lemak jenuh tersebut bisa berisiko menyebabkan berbagai penyakit. Namun terlepas dari sehat atau kurang sehatnya minyak kelapa jika digunakan pada produk makanan, hal yang sudah pasti perlu diperhatikan adalah cara mengolah minyak kelapa tersebut. Sebab, proses pengolahan berpengaruh pada hasil akhir minyak kelapa. Cara tradisional masih dipAndang lebih baik. Simak cara membuat minyak kelapa murni secara tradisional di bawah ini, untuk bisa membuat minyak kelapa dengan kualitas bagus! 1.   Bersihkan Kelapa Langkah pertama adalah membersihkan buah kelapa yang akan digunakan untuk membuat minyak kelapa murni. Untuk permulaan awal, Anda bisa menggunakan setidaknya tiga butir kelapa jika ingin menghasilkan sebanyak satu per tiga cangkir minyak kelapa. Baca juga:  4 cara Mengolah Cokelat Blok yang Baik dan Menarik Proses membersihkan kelapa ini dimulai dengan membuang serabut dan cangkang kelapa, kemudian dilanjutkan untuk memisahkan daging kelapa dan menampung air kelapa jika memang Anda membutuhkannya untuk dibuat minuman. Namun, perlu diketahui bahwa air kelapa ini tidak akan digunakan untuk membuat minyak kelapa. Sehingga apabila memang Anda tidak membutuhkannya untuk keperluan lain, langsung bisa dibuang saja. 2.         Haluskan Daging Kelapa Setelah daging kelapa dipisahkan dari cangkangnya, langkah berikutnya adalah dengan menghaluskan daging kelapa tersebut. Anda dapat menghaluskan daging kelapa dengan menggunakan parut yang halus. Jika takut tangan Anda tergores papan parut karena tidak terbiasa menggunakan parut tradisional, maka Anda bisa menggunakan alternatif lain yakni dengan menggunakan  blender  atau  food processor. 3.     Proses Penyaringan Tahap Pertama Nah, setelah daging kelapa tadi selesai dihaluskan, Anda bisa memisahkan sari kelapa dari dagingnya. Caranya adalah dengan memeras hasil parutan kelapa tadi dengan kain saring yang halus sampai keluar air santan kelapa. 4.     Proses Pemasakan Panaskan kelapa yang telah disaring tadi kemudian dipanaskan sampai hangat. Jangan memanaskan kelapa sampai mendidih pada tahap ini, Anda juga tidak perlu mengaduknya. Setelah kelapa menjadi hangat, Anda dapat menuangkan kelapa pada wadah untuk didinginkan sampai ke suhu ruang. Ketika kelapa didinginkan, akan terlihat lemak dari kelapa muncul ke permukaan secara berlapis-lapis. Anda dapat membuang lemak tersebut agar tidak mengganggu kualitas minyak kelapa yang akan dibuat. Setelah selesai, Anda bisa memasak kembali kelapa yang telah didinginkan tersebut. Masak dengan api sedang selama kurang lebih 45 menit sampai mendidih. Pada tahap ini, Anda akan mulai melihat bintik-bintik bening pada kelapa. Bintik bening tersebut merupakan titik minyak. Anda juga akan menemukan limbah minyak yang berwarna cokelat agar abu-abu. Anda dapat memisahkan keduanya dengan menggunakkan sendok. 5.     Penyaringan Akhir Setelah minyak kelapa mendidih, Anda dapat menuangkannya ke wadah lain sambil menyaringnya dengan saringan yang lebih halus. Minyak kelapa bisa Anda dinginkan kembali ke suhu ruang sebelum siap untuk digunakan. Baca juga:  Banyak yang Tidak Tahu, Ini Dia 5 Tips Agar Minyak Tidak Cepat Hitam Jika Anda ingin mendapatkan berbagai rekomendasi produk minyak kelapa dengan kualitas terbaik, Anda bisa mengunjungi website PT Global Solusi Ingredia pada tautan  https://globalsolusiingredia.com/product/ . Global Solusi Ingredia merupakan  supplier  atau penyedia produk bahan pangan terbesar di Indonesia. Anda dapat menemukan minyak kelapa murni yang diolah secara tradisional langsung dari para pembuat minyak kelapa sawit yang telah berpengalaman. Demikianlah ulasan mengenai cara membuat minyak kelapa murni secara tradisional, semoga bermanfaat!

Jumat, 08 Juli 2022 - 00:27

Cokelat merupakan salah satu jenis produk atau bahan pangan yang banyak digunakan dalam berbagai jenis hidangan. Terutama untuk membuat  dessert , kue, dan camilan, cokelat banyak disukai oleh berbagai kalangan orang dengan rentang usia yang berbeda, mulai dari anak-anak sampai dengan orang dewasa. Di antara berbagai jenis cokelat yang bisa digunakan sebagai tambahan bahan makanan, Cokelat blok merupakan salah satu jenis cokelat yang banyak disukai. Hal ini dikarenakan tekstur dan kepadatan dari cokelat blok yang cocok untuk digunakan pada berbagai resep kue dan dessert. Nah, namun untuk pengolahan cokelat blok itu sendiri tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Anda perlu mengetahui tentang bagaimana cara pengolahan Cokelat blok secara tepat agar hasil makanan yang diberi tambahan cokelat blok ini menjadi lezat.  Yuk, langsung saja simak uraian di bawah ini! 1.         Melelehkan Cokelat Pada umumnya, cokelat blok sebelum digunakan untuk membuat kue selalu dilelehkan terlebih dahulu. Ketika melelehkan cokelat blok, terdapat beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan sebagai berikut: –          Pertama, pastikan anda memotong-motong cokelat atau menyerut cokelat sebelum dilelehkan. Hal ini dilakukan agar cokelat cepat meleleh dan tidak bergerindil. Baca juga:  Banyak yang Tidak Tahu, Ini Dia 5 Tips Agar Minyak Tidak Cepat Hitam –          Selanjutnya, jangan melelehkan cokelat langsung di atas api karena akan membuatnya gosong. Namun, lelehkanlah cokelat dengan cara di tim di atas air panas atau di atas air yang mendidih. –          Kemudian, jangan menambahkan margarin, butter, atau bahan lemak lainnya jika cokelat yang dilelehkan akan dituangkan di atas kue sebagai toping. Karena akan membuat cokelat terlalu basah. –          Namun apabila cokelat akan digunakan sebagai bahan yang ikut dipanggang dalam adonan kue, maka hal tersebut tidak menjadi masalah. 2.        Mengolah Cokelat Blok untuk Membuat Tulisan Jika anda ingin menggunakan cokelat blok sebagai bahan untuk membuat tulisan, maka anda tidak perlu melelehkannya dengan cara di tim karena akan menghabiskan waktu dan mengotori tempat. Anda dapat langsung memasukkan parutan cokelat atau cokelat yang telah dipotong-potong ke dalam plastic segitiga lalu merendamnya sejenak di air hangat. Setelah cokelat meleleh, maka anda bisa langsung menggunakannya untuk menulis nama atau kata-kata di atas  cake. 3.        Mengolah Cokelat Blok untuk Diwarnai Cokelat blok juga bisa anda gunakan sebagai hiasan kue warna warni. Sebaiknya, untuk mengolah cokelat blok yang ingin diwarnai, anda memilih cokelat blok putih. Kemudian untuk pewarnanya, anda bisa memilih pewarna yang mengandung minyak. Pemilihan pewarna dengan  base  minyak ini bertujuan agar pewarna tersebut bisa menyatu secara sempurna dengan cokelat. Cara tersebut dapat dilakukan apabila cokelat dengan warna tertentu yang anda inginkan tidak anda temukan di pasaran. Namun apabila anda bisa menemukan warna cokelat blok yang sesuai, maka lebih baik langsung membeli cokelat blok yang berwarna saja. 4.        Mengolah Cokelat Blok jadi  Hot Chocolate Proses membuat  hot chocolate  adalah dengan melumerkan cokelat blok terlebih dahulu. Setelah itu, dinginkan pada cetakan. Baru kemudian siapkan susu cair yang panas dan masukkan cokelat yang telah dicetak. Aduk hingga cokelat lumer. Baca juga:  Mengenal Manfaat Jelly untuk Tubuh Lebih Sehat Hot chocolate  siap dinikmati dengan kudapan di sore hari yang dingin. Jika tidak suka dengan suhu minuman yang panas, bisa juga ditambahkan dengan es batu. Untuk mendapatkan berbagai pilihan jenis, kualitas, dan warna cokelat blok salah satu cara yang dapat anda lakukan yakni dengan mengunjungi website PT Global Solusi Ingredia (GSI). Sebab, di dalam website tersebut anda bisa menemukan cokelat dengan kualitas terbaik. GSI memang telah dipercaya sebagai penyedia bahan pangan terlengkap dan terbaik. Bukan hanya produk cokelat, anda juga bisa menemukan berbagai produk kebutuhan pangan dan produk kue lainnya di sini. Demikianlah ulasan mengenai cara mengolah cokelat blok, semoga bermanfaat!

Jumat, 08 Juli 2022 - 00:25

Minyak merupakan salah satu bahan pangan yang hampir setiap hari kita gunakan. Penggunaan minyak sangat bervariasi, seperti untuk menumis makanan, menggoreng, dan lain-lain. Terutama untuk membuat menu makanan yang digoreng, kita umumnya menggunakan minyak goreng dengan jumlah yang banyak. Ketika menggunakan minyak goreng, biasanya sisa minyak masih cukup bening dan bisa dipakai untuk di lain waktu. Sehingga kita cenderung menaruh minyak tersebut ke dalam suatu wadah dan disimpan. Namun, terkadang minyak yang digunakan cepat menghitam setelah 1 atau 2 kali pemakaian. Mengapa? Nah, pada artikel ini akan dibahas mengenai alasan mengapa minyak mudah menghitam dan tips agar menghindari minyak yang cepat menghitam tersebut.  Yuk, langsung saja simak penjelasan mengenai topik tersebut di bawah ini, ya! 1.         Memperhatikan Suhu Memasak Salah satu penyebab minyak cepat menghitam adalah karena suhu api kompor yang digunakan saat memasak atau menggoreng terlalu tinggi. Minyak yang digunakan untuk menggoreng dengan api besar akan cepat gosong dan berubah warna menjadi kehitaman. Baca juga:  Teknik Membuat Puff Pastry yang Anti Gagal Sehingga Anda juga perlu memperhatikan besarnya api yang digunakan untuk memasak dan durasi memasak agar minyak tidak cepat hitam. 2.     Memisahkan Sisa Hasil Penggorengan Tips berikutnya agar minyak yang Anda gunakan tetap jernih atau paling tidak tetap bening setelah dipakai adalah dengan membuat minyak terjaga kebersihannya. Menjaga kebersihan minyak dapat Anda lakukan salah satunya dengan menyaring sisa makanan yang ada pada minyak. Jadi, misalnya ketika Anda telah menggoreng ayam atau tempe dengan tepung, Anda dapat memisahkan dan menyaring sisa-sisa rontokkan tepung yang masih tertinggal  di dalam minyak sebelum menyimpan minyak ke wadah lain. Hal tersebut dapat membuat minyak menjadi tetap bersih dan bening. Sebab memang salah satu faktor penyebab hitamnya minyak goreng adalah karena terlalu banyaknya endapan sisa bahan makanan yang terdapat di dalam minyak. 3.     Simpan Minyak di Tempat yang Baik Penyebab lainnya yang bisa membuat minyak menjadi cepat menghitam adalah karena cara menyimpannya yang kurang tepat. Sebab, secara umum minyak akan cepat menghitam apabila terkena paparan sinar matahari secara langsung atau terlalu dekat ditaruh dengan sumber panas. Sehingga apabila Anda ingin menyimpan minyak yang telah digunakan sebelumnya agar dapat digunakan kembali di lain waktu, Anda dapat menyimpan minyak tersebut di tempat gelap atau tempat yang tidak terpapar langsung sinar matahari dan panas dari alat memasak seperti kompor. 4. Menyimpan Minyak Sisa Terpisah  Tips agar minyak goreng tidak cepat hitam yang selanjutnya adalah menyimpan minyak sisa secara terpisah. Maksudnya, Anda sebaiknya memisahkan minyak sisa menggoreng tempe dengan ayam.  Hal ini bisa menyebabkan minyak sisa akan tercampur aromanya. Dengan begitu, minyak juga akan menjadi cepat hitam. Siapkan beberapa wadah yang digunakan untuk menyimpan minyak sisa dari jenis makanan tertentu. Disarankan juga menggunakan wadah dari stainless steel. 5. Kualitas Minyak Baca juga:  Mengenal Manfaat Jelly untuk Tubuh Lebih Sehat Di samping cara menyimpan dan cara memasak yang berpengaruh terhadap minyak yang cepat menghitam, terdapat hal lain yang juga ikut mempengaruhi kondisi minyak. Yakni dari kualitas minyak itu sendiri. Minyak dengan antioksidan rendah umumnya akan cepat menghitam dan berbau tidak sedap. Nah, untuk dapat menemukan produk minyak berkualitas dengan kandungan antioksidan yang baik, Anda bisa mengandalkan Global Solusi Ingredia. Sebab di sini Anda bisa menemukan berbagai pilihan produk terbaik untuk bahan pangan seperti bahan kue, bahan masakan, dan lain-lain. PT Global Solusi Ingredia atau GSI yang kini hadir di Indonesia mulai dikenal sebagai salah satu penyedia ( supplier)  bahan makanan yang terpercaya setelah sebelumnya GSI menjadi penyedia bahan pangan terbaik di Malaysia. Demikianlah ulasan mengenai tips agar minyak tidak cepat hitam, semoga dapat membantu!

Jumat, 08 Juli 2022 - 00:24

Siapa yang tidak mengenal jelly. Makanan penutup dengan aneka macam rasa ini banyak dijual di sekitar kita. Bahkan, Anda bisa membuatnya sendiri di rumah karena sudah tersedia  jelly powder  di supermarket terdekat. Tapi tahukah Anda bahwa jelly bukanlah hanya sekedar makanan penutup dengan rasa manis? Karena sebenarnya, jelly mengandung banyak manfaat untuk tubuh Anda. Makanan yang Anda kira tidak bergizi ini nyatanya membawa efek kesehatan yang baik. Lalu, apa saja manfaat jelly untuk kesehatan? Simak penjelasannya di bawah ini. 1.         Baik untuk Kulit Apa benar jelly bermanfaat untuk kulit? Ya, itu benar sekali. Karena jelly mengandung asam amino esensial yang bertugas untuk meregenerasi sel-sel tubuh. Selain itu, jelly juga bisa mencegah tanda-tanda penuaan dini lho! Baca juga:  Teknik Membuat Puff Pastry yang Anti Gagal 2.         Menjaga Berat Badan Jelly cocok sekali untuk Anda yang sedang menjalankan program diet. Pasalnya, jelly adalah makanan rendah kalori. Sehingga, jika Anda mengkonsumsinya tidak akan berpengaruh terhadap kenaikan berat badan Anda. 3.         Meningkatkan Kekebalan Tubuh Di musim yang tidak menentu, Anda harus meningkatkan kekebalan tubuh. Selain berolahraga dan mengonsumsi vitamin, Anda juga bisa mengkonsumsi jelly di sela-sela makanan berat. Karena jelly mengandung karbohidrat dan vitamin B yang berperan dalam meningkatkan kekebalan tubuh Anda. 4.         Mengatasi Stres Sebagian orang mengatasi stres dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan. Ada pula yang mengatasinya dengan makan camilan, salah satunya jelly. Jelly bisa mengatasi stres karena teksturnya yang kenyal dan rasanya yang enak. Dengan karakteristik tersebut, akan membuat sensasi menyenangkan di dalam tubuh. Sehingga stres pun bisa teratasi. 5.         Menyehatkan Rambut Anda memiliki masalah terhadap rambut? Rambut rontok dan rapuh padahal sudah mencoba berbagai cara? Cobalah untuk sesekali mengkonsumsi jelly. Jelly mengandung asam folat yang berfungsi untuk menjaga kesehatan rambut Anda. Dengan begitu berbagai masalah rambut dapat teratasi. 6.         Mencegah Penyakit Jantung Penyakit jantung disebabkan karena kadar kolesterol buruk di dalam darah. Untuk mencegahnya, Anda bisa mengonsumsi makanan yang sehat seperti jelly. Jelly mampu menurunkan kadar kolesterol jahat sehingga jantung Anda lebih sehat. Anda bisa mengimbanginya dengan aktivitas yang menyehatkan seperti berolahraga. 7.         Mengobati Radang Sendi Orang yang memiliki penyakit radang sendi pasti mengalami keterbatasan dalam beraktivitas. Namun, penyakit ini bisa diatasi dengan mengkonsumsi jelly. Karena makanan penutup ini terbuat dari gelatin alami yang bisa membantu melumasi sendi sehingga radang sendi berangsur pulih. 8.         Mengatasi Jerawat Bagi seorang wanita, memiliki kulit yang mulus adalah dambaan. Sedangkan jerawat pada wajah akan sangat mengganggu penampilan. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan mengkonsumsi jelly. Karena mengandung niacin dan inositol yang membantu mencegah permasalahan kulit termasuk jerawat. Baca juga:  Bahan Campuran Kue Kering yang Menambah Citarasa 9.         Memenuhi Kebutuhan Serat Pernahkah Anda sembelit? Itu adalah tanda bahwa tubuh Anda kekurangan serat. Serat bisa diperoleh dari sayur dan buah. Selain itu, jelly juga mengandung serat yang tinggi karena terbuat dari rumput laut. Dibandingkan dengan mengonsumsi obat pencahar, lebih baik Anda mengonsumsi makanan manis ini. Jika Anda berminat untuk membuat olahan jelly sendiri sebagai salah satu peluang usaha, Anda bisa menggunakan produk dari Global Solusi Ingredia. Seperti produk jelly powder berkualitas tinggi dari GSI. Ada juga berbagai produk lain seperti GLOMUL SSL 208 yang berfungsi menstabilkan emulsi, meningkatkan tekstur dan juga penampilan. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan GLOMUL MGD 95 yang berfungsi untuk menciptakan emulsi, membuat pudding stabil dan memperbaiki teksturnya. Semua produk tersebut bisa dilihat di laman resmi  GSI .

Contact Us

Contact Us