BLOGS

Jumat, 08 Juli 2022 - 00:07

Emulsifier  adalah salah satu bahan makanan yang biasanya digunakan untuk mencampurkan adonan yang berbahan air dan lemak seperti  ice cream .  Ice cream  memiliki tekstur lembut dan meleleh di mulut karena efek  emulsifier  ini. Selain itu, berkat bahan makanan tersebut, tekstur  ice cream  tetap terjaga saat disimpan di dalam  freezer . Emulsifier  sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu alami dan sintetis. Kuning telur merupakan  emulsifier  alami. Sayangnya, ada orang yang alergi terhadap telur. Maka dari itu, muncullah versi sintetisnya sebagai solusi untuk mereka yang alergi telur. Contohnya adalah  mono – dan  digliserida , polisorbat 80, dan molekul glukosa atau ester sukrosa. Di Indonesia sendiri, pengemulsi yang paling banyak dipakai adalah TB, Ovalet, dan SP. Walaupun sama-sama bertugas sebagai pengemulsi, akan tetapi pada praktiknya penggunaan ketiga bahan tersebut tidaklah sama. Tergantung dari bahan-bahan apa yang dipakai untuk membuat suatu makanan. SP biasanya digunakan untuk adonan yang telurnya dikocok terlebih dahulu sampai mengembang, lalu dicampurkan dengan SP agar telur tidak turun ke bawah adonan. Ovalet untuk adonan yang bahan-bahannya lebih kompleks. Dan TB untuk adonan yang mentega dan gulanya diaduk terlebih dahulu. Baca juga:  Simak Tips Cake Anti Gagal Berikut Ini! Namun, ketiganya memiliki kesamaan secara fungsi. Pertama, untuk menyatukan cairan dan lemak karena pada dasarnya kedua bahan tersebut sulit untuk menyatu. Kedua, membuat tekstur menjadi lebih lembut. Dan yang ketiga, sebagai bahan pengawet karena bisa memperpanjang usia penyimpanan produk. Pembuatan Es Krim dengan Emulsifier Untuk yang ingin membuat  ice cream  untuk keperluan usaha atau dikonsumsi pribadi, Anda bisa melihat resep di bawah ini. Bahan-bahan yang diperlukan: 1.   3  sachet  susu kental manis atau setara dengan 12 sendok makan 2.   2  sachet  susu bubuk 3.   10 sendok makan gula pasir 4.   500 ml air 5.   2 sendok makan maizena 6.   ½ gelas air hangat 7.   1 sendok teh garam 8.   1 sendok makan SP ( emulsifier ) Cara membuat: 1.   Siapkan semua bahan. 2.   Masukkan semua bahan ke dalam panci, kecuali maizena, air hangat, dan SP. Masak hingga mendidih. 3.   Kemudian, larutkan maizena dengan air hangat. 4.   Setelah adonan mendidih, matikan api lalu masukkan maizena yang sudah dilarutkan tadi sembari diaduk-aduk sampai rata. 5.   Tuang adonan yang ada di panci ke wadah. Tunggu sampai dingin sebelum dimasukkan ke dalam  freezer . 6.   Setelah adonan beku, keluarkan dari  freezer  lalu hancurkan dengan sendok. 7.   Campurkan dengan SP dan  mixer  dengan kecepatan yang tinggi. Adonan bisa mengembang hingga 5x lipat jika adonan mengembang dengan sempurna. 8.   Campurkan lagi dengan perasa yang diinginkan dan  mixer  kembali dengan kecepatan rendah sampai tercampur rata. 9.   Masukkan kembali ke dalam wadah dan simpan ke dalam  freezer  hingga benar-benar beku. 10.    Ice cream  siap untuk dinikmati. Baca juga:  Mengecek BPOM dan Kehalalan Industri Bahan Pangan Ice cream  yang Anda buat tidak akan sebeku es batu karena peran emulsi yang tercampur pada adonan. Bahan ini sangat penting untuk digunakan, jadi jangan sampai Anda melewatkannya. Selain  ice cream , pengemulsi juga bisa digunakan untuk makanan lain seperti kue. Pengemulsi dapat meningkatkan kualitas produk Anda, dari segi rasa maupun hasilnya. Dan yang paling penting adalah mengurangi biaya produksi. Untuk pengemulsi  ice cream  selain SP, Anda bisa menggunakan Glomul EPB 7014 dari Global Solusi Ingredia untuk meningkatkan stabilitas pembekuan. Anda bisa menemukan produknya  di sini .  

Jumat, 08 Juli 2022 - 00:05

Saat ini kebutuhan akan bahan pangan sangatlah tinggi, hal ini bisa dilihat dari banyaknya bahan pangan yang diimpor dari luar negeri. Akan tetapi permasalahan kian meningkat dengan banyaknya bahan pangan yang masuk sehingga ada keresahan di masyarakat akan jaminan kualitas dan kehalalannya. Seharusnya permasalahan ini dapat diatasi, salah satunya yaitu dengan memberikan jaminan kualitas dan halal di sektor industri bahan pangan. Namun untuk mengetahui apakah suatu produk tersebut terjamin kualitas dan kehalalannya, diperlukan pengecekan terlebih dahulu. Bagaimana caranya? Mari kita simak di penjelasan berikut! Cara Mengecek Makanan BPOM Industri bahan pangan erat kaitannya dengan mutu produk, dengan lulusnya uji standar dan persyaratan keamanan maka produk tersebut sudah terjamin kualitasnya. Baca juga:  Simak Tips Cake Anti Gagal Berikut Ini! Dan salah satu cara untuk mengetahui kualitas suatu produk yaitu dengan lulus uji Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Lalu bagaimana cara mengetahui apakah suatu produk makanan terjamin kualitas dan melalui BPOM? Berikut cara mengecek makanan BPOM dan halal: 1. Melalui Situs Resmi Pertama, kunjungi situs https://cekbpom.pom.go.id/ Kedua, masukan nomor registrasi yang terdapat pada kemasan makanan pada kolom pencarian dengan urutan “Cari Berdasarkan” kemudian “Nomor Registrasi” lalu “Kata Kunci” Ketiga, setelah memasukkan nomor registrasi, klik “Cari” Terakhir, tunggu sebentar dan Anda akan diperlihatkan tampilan informasi terkait produk makanan tersebut. 2. Melalui Aplikasi Cek BPOM  Pertama, silahkan Anda unduh aplikasi Cek BPOM di ponsel Kedua, kemudian buka aplikasi tersebut dan masuk ke halaman utama Ketiga, klik “Nomor Registrasi” selanjutnya masukkan nomor registrasi yang tertera pada kemasan makanan Terakhir, Anda akan diperlihatkan tampilan informasi mengenai produk makanan tersebut. Cara Mengecek Industri Bahan Pangan yang Mengantongi Sertifikat Halal Selain BPOM, Anda juga bisa langsung mengecek kehalalan suatu produk melalui situs MUI. Lalu, bagaimana caranya? Simak langkah-langkah berikut ini:  Akses browser di ponsel, lalu kunjungi halalmui.org Selanjutnya, di kolom pertama, langsung pilih nama produk atau bisa juga langsung nama produsen dan nomor sertifikat Kemudian, masukkan data tersebut Klik tombol “cari” Data produk yang Anda ingin ketahui segera tampil pada layar Demikian cara mengecek makanan BPOM dan halal, Anda dapat melakukan pengecekan melalui situs resmi maupun aplikasi. Setelah mengetahui kualitas atau mutu produk makanan dan kehalalannya, Anda tidak perlu khawatir lagi. Banyak industri bahan pangan melakukan pendaftaran BPOM supaya dapat memberikan informasi bahwa produk yang mereka produksi merupakan produk yang berkualitas dan halal. Dan salah satu industri bahan pangan yang selalu mendaftarkan setiap produk makanannya yaitu Global Solusi Ingredia (GSI). Apa itu GSI? GSI merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri bahan pangan dan juga industri non bahan pangan. Produk-produk industri bahan pangan yang diproduksi oleh GSI yaitu berupa bahan-bahan untuk membuat makanan. Produk-produk bahan makanan tersebut diantaranya,  emulsifier  atau zat pengemulsi makanan, coklat, pewarna makanan, perasa makanan, vitamin, enzim, minyak dan lemak, minyak esensial, pemanis, dan lain-lain. Semua produk bahan pembuat makanan ini berasal dari bahan alami dan aman untuk dikonsumsi. Baca juga:  Macam-Macam Base Cake Ultah GSI telah mendaftarkan setiap produknya melalui BPOM, ini berarti bahwa setiap produk GSI telah dapat dipakai sebagai bahan pembuat makanan. Selain terjamin kualitasnya, produk GSI juga telah mendapatkan sertifikat halal sehingga tidak perlu ragu lagi untuk memakainya. Maka dari itu, silahkan Anda gunakan produk GSI ini sebagai bahan pembuat makanan baik untuk konsumsi pribadi dan keluarga maupun untuk bisnis kuliner. Jika Anda penasaran dengan produk dan juga cara pemesanan, berikut link yang bisa Anda klik untuk memperoleh informasi lebih lanjut: https://globalsolusiingredia.com/product/ Demikian penjelasan mengenai cara mengecek makanan BPOM dan halal pada sektor industri bahan pangan. Semoga bermanfaat.

Jumat, 08 Juli 2022 - 00:04

Dalam membuat kue, diperlukan ketelitian serta keterampilan yang baik. Meskipun sebagian orang masih menganggap bahwa proses memasak ataupun membuat makanan adalah hal yang mudah, namun tidak boleh salah karena ternyata ‘gampang-gampang susah’,  lho!  Jika kita tidak memahami tekniknya, atau salah memilih bahan yang akan dicampurkan, bisa jadi kue yang ingin dibuat tidak akan berhasil. Jika Anda ingin belajar membuat kue atau cake, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan agar tidak gagal. Yuk, langsung saja simak beberapa tips cake anti gagal dan mudah untuk diaplikasikan berikut ini! Tips Memilih Bahan Baku Hal paling utama dari kegagalan  cake  yang dibuat adalah berasal dari pemilihan bahan baku yang kurang sesuai. Untuk menghindari hal tersebut agar tidak terjadi, maka kamu perlu mengetahui bahan-bahan apa saja yang harus kamu pilih sesuai dengan kebutuhan cake yang akan dibuat. Baca juga:  Yuk, Kenali Istilah Penting dalam Dunia Baking! Misalnya, dalam memilih tepung terigu. Dalam membuat  cake , dikenal adanya tiga tingkatan protein dalam tepung terigu. Yakni terigu dengan protein rendah, protein sedang, dan protein tinggi. Penggunaan Tepung Protein Rendah, Sedang, dan Tinggi Jika Anda ingin membuat adonan yang elastis dan kenyal, maka Anda dapat memilih tepung terigu dengan protein tinggi. Namun terdapat kelemahan dari tepung terigu protein tinggi, yakni olahannya yang mudah untuk basi. Di samping itu, tepung terigu protein sedang dapat dipilih apabila Anda ingin membuat adonan yang memiliki tekstur lembut dan mengembang. Tepung jenis ini dikenal juga sebagai terigu yang dapat digunakan oleh banyak jenis makanan karena kandungan proteinnya yang cenderung lebih aman. Sedangkan untuk membuat kue yang bertekstur renyah, Anda dapat menggunakan tepung terigu protein rendah. Jenis tepung terigu ini cenderung lebih awet dan tahan lama jika disimpan di tempat yang kering. Penggunaan Telur Ketika ingin membuat kue yang kering juga perlu memperhatikan bagian telur mana yang harus digunakan. Nah, agar kue kering bertekstur sempurna, Anda dapat menggunakan kuning telurnya saja. Namun, penambahan putih telur juga lazim ditemui pada beberapa kue kering tetapi dengan jumlah yang tidak melebihi kuning telurnya. Serta, pastikan telur berada dalam kondisi suhu ruang agar tidak merusak struktur adonan kue yang dibuat. Takaran Gula Selain itu, bahan baku lain yang juga berpengaruh besar terhadap berhasil atau gagalnya proses pembuatan cake adalah gula. Pemilihan gula yang kurang tepat akan berakibat pada hasil adonan kue yang tidak bagus. Ada beberapa jenis gula yang umum dipilih untuk membuat kue. Seperti gula pasir yang memiliki tekstur lebih kasar, gula castor yang terlihat seperti gula pasir namun lebih cepat larut karena teksturnya lebih halus, kemudian gula jawa yang berwarna cokelat atau biasa disebut dengan palm sugar yang banyak digunakan untuk membuat kue  muffin  maupun  brownies . Tips Mengaduk dan Memasak Adonan Setelah memahami tips cake anti gagal dalam hal pemilihan bahan, Anda juga harus mengetahui bahwa terkadang kegagalan  cake  tersebut adalah disebabkan oleh teknik mengaduk dan memasak adonan yang kurang tepat. Baca juga:  Macam-Macam Base Cake Ultah Untuk penggunaan mixer dalam mengocok adonan, terlebih dahulu dapat dimulai dengan kecepatan yang rendah kemudian dinaikan ke kecepatan tinggi. Lalu ketika memanggang adonan, oven harus dipanaskan selama 10 menit terlebih dulu sebelum adonan dimasukkan. Hal-hal sederhana dalam membuat  cake  terkadang menjadi fatal apabila tidak diperhatikan dengan teliti. Maka dari itu, baik dalam teknik ataupun memilih bahan adonan, pastikan semuanya diperhatikan secara saksama. Untuk membantu Anda dalam menemukan bahan adonan dengan mudah, Global Solusi Ingredia hadir sebagai perusahaan anyar di Indonesia yang menyediakan bahan baku pangan. Anda dapat berkunjung langsung ke website-nya untuk menemukan produk yang dibutuhkan!

Jumat, 08 Juli 2022 - 00:02

Jika kita sedang belajar membuat kue, rasanya ada banyak sekali jenis kue yang ingin kita coba buat. Salah satu kue yang pasti setiap orang ingin coba untuk membuatnya adalah kue ulang tahun atau  birthday cake . Sekilas, kue ulang tahun ini mungkin terlihat sama saja. Yakni hanyalah sebuah kue bolu dengan hiasan yang variatif. Namun, ternyata terdapat beberapa perbedaan dan macam-macam kue yang bisa dibuat menjadi kue ulang tahun,  lho! Nah, dalam dunia baking, kue bolu yang dijadikan bahan utama untuk cake ultah dinamakan sebagai base cake atau kue dasar ultah. Jadi, tidak ada salahnya untuk Anda berkreasi dengan ketika membuat kue ultah dengan berbagai base cake agar lebih nikmat! Baca juga:  Yuk, Kenali Istilah Penting dalam Dunia Baking! Jika kamu tidak ada ide base cake apa yang akan Anda gunakan, berikut ini ada ulasan mengenai macam-macam base cake ultah yang bisa dicoba, yuk simak! Rainbow Cake Jenis base cake pertama yang dapat Anda coba untuk membuat kue ulang tahun adalah  rainbow cake . Jenis kue yang satu ini biasanya terdiri dari enam buah layer atau lapisan dari  steamed cake  yang memiliki warna-warna indah nan cerah seperti pelangi. Jika Anda ingin membuat kue ulang tahun dengan karakter fondan, karakter lukis, hiasan  fruits cake,  atau  butter cream . Rainbow cake merupakan jenis  base cake  yang cocok. Selain itu, dikarenakan warnanya yang sangat menarik ini,  base cake  ulang tahun dari  rainbow cake  sangat cocok bagi kue ultah anak-anak. Lapis Surabaya Kue padat yang terbuat dari banyak kuning telur dalam adonannya ini menjadi salah satu  base cake  yang sangat populer untuk digunakan sebagai kue ulang tahun. Untuk membuat kue ulang tahun dari base cake lapis Surabaya, Anda dapat menggunakan loyang dengan ukuran cetakan 22 x 22 cm. Kemudian untuk hiasannya sendiri biasanya kue ultah lapis Surabaya tidak terlalu ramai. Sehingga, memberikan hasil akhir  cake  yang elegan dengan cita rasa klasik yang nikmat. Brownies Kukus Base cake  berikutnya yang banyak disukai adalah  brownies  kukus. Pemilihan  brownies  kukus sebagai  base cake  didasarkan pada beberapa pertimbangan. Seperti teksturnya yang cenderung lebih lembut dan lembab jika dibandingkan dengan brownies panggang yang lebih padat dan terkadang  crunchy . Sehingga bagi penyuka cokelat yang ingin memakan  brownies  untuk kue ulang tahunnya, mereka dapat memilih brownies kukus sebagai base cake ulang tahun. Japanese Chesse Cake Jika brownies cokelat yang dikukus diperuntukkan bagi mereka yang gemar makan cokelat, maka untuk orang yang suka keju maka  Japanese cheesecake  dapat menjadi pilihan yang tepat. Tekstur dari  Japanese cheesecake  yang lembut dan  creamy  ini tentu menjadi salah satu alasan kenapa kemudian jenis roti ini juga banyak digunakan sebagai  base cake  ulang tahun. Baca juga:  Yuk Kenali Ciri Adonan Over Proofing! Jika Anda ingin membuat  birthday cake  dari  Japanese cheesecake , untuk hiasannya Anda dapat menambahkan toping buah-buahan segar dan sedikit taburan gula halus sebagai pemanis. Nah, itu tadi beberapa macam  base cake  ultah yang bisa Anda pilih jika sedang mencari ide untuk membuat kue ulang tahun di hari spesial. Namun, jangan lupa juga untuk memilih bahan baku pembuatan kue yang berkualitas agar kue yang dihasilkan bermutu dan nikmat. Jika ingin mendapatkan bahan-bahan pangan seperti susu, emulsifier, minyak, pewarna, pemanis, dan sebagainya, Global Solusi Ingredia merupakan pilihan yang tepat. Sebab, di perusahaan ini Anda bisa mendapatkan berbagai macam bahan kue dengan kualitas yang terbaik!

Jumat, 08 Juli 2022 - 00:01

Membuat kue memang merupakan hal yang menyenangkan. Selain dapat berkreasi dalam menghias kue menjadi cantik, Anda juga dapat memakan kue tersebut dengan rasa puas karena merupakan hasil karya sendiri. Untuk Anda yang baru saja belajar atau menekuni dunia  baking , tentu terkadang kamu dihadapkan pada situasi ketika mendengar kosakata atau istilah-istilah baru. Seperti misalnya ketika pergi ke toko bahan-bahan kue, ada banyak sekali jenis-jenis bahan dengan nama yang mungkin belum pernah kamu dengar sebelumnya. Nah, oleh sebab itu, penting untuk Anda mengetahui apa saja istilah yang digunakan dalam dunia baking. Karena, setiap istilah dalam dunia baking terkadang jika tidak dipahami dengan baik maka akan membuat kita salah paham dan akhirnya adonan yang dibuat tidak akan berhasil. Langsung saja, berikut beberapa istilahnya! Emulsifier Istilah pertama yang penting untuk Anda pahami adalah emulsifier. Wah, mungkin dari penyebutan namanya agak sulit, ya. Namun biarpun begitu, penggunaan bahan baking yang satu ini sangatlah penting. Baca juga:  Yuk Kenali Ciri Adonan Over Proofing! Emulsifier sendiri berarti bahan pengemulsi atau bahan yang memiliki fungsi dalam menyatukan berbagai campuran yang terdapat dalam satu resep kue agar dapat menjadi lembut dan halus. Dalam penggunaannya ini, emulsifier sangat berperan ketika adonan yang Anda buat mengandung campuran bahan lemak (seperti mentega atau margarin) dan campuran air. Ketika menyatukan adonan yang sulit tersebut, emulsifier juga sekaligus membantunya agar memiliki tekstur yang lembut. Sehingga ketika kue matang, tidak terasa sensasi adonan yang menggumpal atau terpisah-pisah. Emulsifier juga terkadang diartikan sebagai bahan pengembang. Sebab, selain menghaluskan dan mencampurkan rata, penambahan emulsifier ke dalam adonan baking juga dapat membuat kue menjadi mengembang. Contoh merek dagang dari emulsifier yang dapat kamu temukan adalah seperti TMB, Ovalet, serta SP. BPDA Istilah berikutnya dalam dunia baking adalah BPDA. BPDA sendiri merupakan singkatan dari Baking Powder Double Acting, seperti penamaannya yang  double acting,  bahan pengembang ini melakukan proses pengembangan pada adonan dalam dua kali tahapan aktif sehingga dapat menghasilkan adonan yang mengembang sempurna. Biasanya, BPDA banyak digunakan oleh para  baker  pemula. Karena bahan ini diyakini anti gagal dan lebih mudah untuk meningkatkan struktur adonan. Terdapat banyak merek BPDA yang dapat ditemui di toko kue, untuk mendapatkan referensi kamu juga dapat menengok produk-produk di Global Solusi Ingredia. Soft Peak Istilah dalam dunia baking yang berikutnya yang tidak kalah penting untuk Anda ketahui adalah Soft Peak. Jika istilah yang dijelaskan pada poin sebelumnya adalah berkaitan dengan bahan-bahan pembuat adonan kue, maka Soft Peak ini adalah istilah yang berkaitan erat dengan teknik dalam membuat adonan. Ketika Anda mengocok adonan kue, biasanya adonan tersebut harus terus dikocok sampai menghasilkan  foam  lembut. Nah, teknik untuk menghasilkan  foam  lembut pada adonan inilah yang disebut dengan Soft Peak. Baca juga:  Intip Apa Saja Manfaat Cokelat untuk Tubuh! Beberapa orang juga mengenal istilah Soft Peak dengan sebutan Puncak Tumpul. Hal ini mengindikasikan kondisi adonan ketika pengocok atau  mixer  yang diangkat menghasilkan puncak yang tumpul dan perlahan mulai jatuh. Kebalikan dari kondisi Soft Peak adalah Hard Peak. Nah, setelah memahami berbagai istilah dalam dunia baking tersebut, Anda juga tidak boleh salah tempat ketika membeli bahan kue. Sebab terkadang beberapa toko kue tidak menjual produk secara lengkap dan justru memberikan alternatif bahan yang lainnya. Jika Anda menginginkan bahan yang sesuai dengan kebutuhan, maka pilih lah produk-produk dari GSI atau Global Solusi Ingredia! Ada berbagai macam bahan yang tersedia, mulai dari emulsifier, minyak dan lemak, pewarna, perisa, vitamin, dan masih banyak lagi. Yuk, penuhi kebutuhan baking Anda dengan produk GSI!

Kamis, 07 Juli 2022 - 23:59

Keterampilan dalam membuat adonan kue atau  baking  memang merupakan keterampilan yang perlu diasah secara terus menerus. Untuk dapat menghasilkan adonan yang bagus dan lembut tidak bisa muncul secara cepat. Melainkan selalu melewati proses gagal terlebih dahulu sampai pada akhirnya berhasil. Kegagalan dalam membuat adonan tersebut bermacam-macam. Mulai dari adonan yang tidak mengembang, adonan yang sulit kalis, atau pun adonan yang  over proofing. Kalau kamu sedang belajar tekning  baking,  penting untuk kamu mengetahui apa saja ciri-ciri dari adonan  over proofing  atau adonan yang mengembang terlalu berlebihan. Sebab, adonan ini jika dipanggang tidak akan menghasilkan kue atau roti yang lembut dan teksturnya kurang nikmat, jadi perlu sekali untuk dihindari. Agar tidak penasaran lagi, berikut ini adalah ciri-cirinya. Baca juga:  Intip Apa Saja Manfaat Cokelat untuk Tubuh! Tekstur Adonan Terlalu  Melar Ciri yang paling dapat dilihat dari adonan kue atau roti yang  over proofing  adalah teksturnya yang melar dan tidak lembut. Adonan yang telah  proofing  dengan baik adalah adonan yang permukaannya halus dan teksturnya lembut. Dari segi bentuk juga tidak terlalu beda perubahan ukurannya dari sebelum didiamkan. Jika adonan kamu bentuknya menjadi agak gepeng dan  meleber  kemana-mana, bisa dipastikan bahwa adonan tersebut sudah  over proofing. Hal tersebut biasanya dipicu oleh masa pendiaman adonan yang terlalu lama atau dalam kurun waktu lebih dari 30 menit. Adanya aktivitas ragi yang cepat dalam waktu lama akan membuat gluten menjadi melar dan tak mampu lagi menahan struktur internal adonan. Sehingga pada akhirnya adonan menjadi  meleber  dan tidak lembut. Apabila adonan ini dilanjutkan ke proses pemanggangan, biasanya akan menghasilkan kue atau roti yang kempis dengan tekstur yang sangat kasar. Adonan Lengket dan Tidak Elastis Ciri berikutnya dari adonan yang telah  over proofing  adalah teksturnya yang lemah namun tidak elastis. Untuk memastikan hal tersebut, terlebih dahulu perhatikan ukuran adonan yang telah didiamkan.  Jika adonan membesar lebih dari 2 kali besar ukuran awal, dapat dicurigai bahwa adonan telah  over proofing.  Kemudian coba tusuk adonan tersebut dengan telunjuk jari Anda. Adonan yang baik akan kembali ke bentuk semula setelah Anda tusuk perlahan dengan jari. Atau, paling tidak akan ada usaha untuk membuat cekungan tusukan jari itu menjadi agak rata kembali. Namun, adonan yang telah terlalu lama didiamkan sehingga mengembang secara berlebihan atau  over proofing  tidak akan kembali rata setelah ditusuk oleh jari. Cekungan hasil tusukan tersebut akan tetap membekas dikarenakan struktur adonan  over proofing  yang cenderung rapuh. Aroma Ragi Terlalu Menyengat Ciri lain dari adonan yang  over proofing  adalah aroma dari ragi yang tercium menyengat atau menusuk saat Anda membuka adonan yang telah didiamkan tersebut. Namun, tidak perlu terlalu panik saat adonan ternyata sudah  over proofing,  sebab Anda masih bisa untuk mengatasi adonan tersebut dengan cara yang tepat. Baca juga:  Senyawa Antimikroba Pada Rempah-Rempah Cara yang dapat Anda lakukan adalah dengan menambahkan terigu agar tidak terlalu lengket, atau dapat pula melumuri tangan dengan margarin agar adonan dapat lebih mudah dibentuk. Di samping itu, Anda juga perlu mengetahui apa saja pemicu adonan yang mudah  over proofing.  Sebab, di samping durasi adonan yang didiamkan terlalu lama, terkadang jenis ragi atau pengembang kue tertentu juga dapat memicu adonan menjadi terlalu cepat mengembang. Sehingga memang memilih ragi yang tepat sangatlah penting. Anda dapat memilih produk ragi yang sesuai dengan kebutuhan di Global Solusi Ingredia. Di sana, terdapat berbagai bahan pangan yang berkualitas dengan harga yang sesuai. GSI di Indonesia sudah cukup dipercaya oleh para pelanggannya, sedangkan di Malaysia, orang-orang sudah mengetahui bahwa PT GSI merupakan pusat penyedia bahan makanan terbaik.

Contact Us

Contact Us